Tinggal Menghitung Hari, Ada Kandidat Pasangan Bupati dan Wakil Dipaksakan Muncul Aneh!

Tinggal Menghitung Hari, Ada Kandidat Pasangan Bupati dan Wakil Dipaksakan Muncul Aneh!
Sumber net

BENGKALIS - Setelah ada dua pasang yang secara hitung hitungan yang bisa melenggang mendaftar ke KPU Kabupaten Bengkalis munculnya  pemberitaan di beberapa media online dan media sosial untuk calon bupati bengkalis seorang kader partai dan wakil bupati dari kalangan selibritis atau publik figur yang hanya di dukung satu partai. Fenomena apa ini atau ingin  meminta ke DPP atau dewan pempinan pusat agar memberikan rekom karena pemilik partai adalah DPP atau Ketua Umum Partai.

Dari dua kandidat pasangan pertama Kasmarni- Bagus Santoso (KBS) yang didukung Partai PAN (6 kursi), PKB (3 kursi), PBB (1 kursi), Nasdem (3 kursi) dan Gerindra (6 kursi) dan pasangan kedua Abi Bahrum - Herman (AMAN) didukung partai PKS (8 kursi) dan PPP (1 kursi). Yang bisa mendaftar minimal didukung 9 kursi. Sampai sekarang partai politik yang belum memberikan dukungan atau rekomendasi adalah partai PDIP (6 kursi), Golkar (8 kursi), Demokrat (2 kursi) dan Perindo (1 kursi).

KPU seluruh Indonesia yang melaksanakan pilkada secera serentak mulai membuka pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati pada awal bulan September 2020. Tambahan kandidat pasangan diperkirakan hanya satu dan berjalannya waktu hanya sebulan  dengan munculnya satu partai langsung satu paket pasangan membuat kecurigaan kita terutama sang kandidat bupati menggandeng yang menjadi wakilnya seorang artis atau publik figur yang notabene pernah mencalonkan diri menjadi anggota legislatif untuk DPR Pusat dari partai PKB yang secara resmi telah mendukung pasangan KBS.

Dengan jor joran mempublikasikan baik media online dan media sosial pasangan Kaderismanto - Iyeth Bustami (KDI) membuat sebahagian masyarakat percaya sedangkan yang tidak percaya paham penentuan kandidat pasangan calon adalah DPP partai politik bukan karena adanya isu yang dimunculkan atau dipaksakan.

Dan lucunya sudah mengklaim pemilih yang perdana atau pertama kali memakai haknya untuk memilih (umur 18 tahun) atau dibilang swing voter yang akan mengarah ke pasangan ini. Sedangkan arti swing voter adalah pemilih yang belum menentukan pilihannya pada hal kempanye belum dan sosialisasi juga dan pasangan ini ikut atau tidak dan yang parahnya dianggap swing voter ini adalah orang pintar pernyataan salah satu pengamat di media online.

Diharapkan masyarakat baik pembaca media online dan grup grup di media sosial tidak disuguhkan hal hal yang belum jelas tunggu apa yang akan diumumkan DPP partai politik yang belum menentukan dukungan kita berharap pasangan yang dimunculkan memberikan warna baru untuk bertanding secara fair dan jurdil menghasilkan  pemimpin yang sah didukung warga bengkalis menjadikan negeri Junjungan ini kedepannya mensejahterakan rakyatnya.(yulistar)