Nasib Apes, Kapal Pesiar Berbendera Kanada Terdampar Di Rupat Tak Bisa Berlayar Akibat Terseret Tongkang

Nasib Apes, Kapal Pesiar Berbendera Kanada Terdampar Di Rupat Tak Bisa Berlayar Akibat Terseret Tongkang

BENGKALIS - Kapal pesiar MV. Yacht Kaija Song yang berbendera Kanada yang mengalami kerusakan dan masih Lego jangkar sejak Minggu,24 Agustus lalu di Perairan Pulau Beruk, Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Senin, malam mengalami nasib naas, karena tiba-tiba sebuah kapal tag boad yang menarik  tongkang TB Capricorn 108 bergeser dengan dinding kapal MV.Yacht Kaija Song sehingga kapal terseret 100 meter dari posisi terparkir.

Kejadian tersebut berdasarkan keterangan Serma Wilson petugas dari Pos TNI Angkatan Laut Dumai di Tanjung medang Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau mengatakan peristiwa naas tersebut di perkirakan terjadi pada Senin,  24 Agustus malam.

Wilson menjelaskan bahwa Ia mendapatkan informasi tersebut pada Selasa 25 Agustus pagi sekitar pukul 05:00 WIB,  dari warga kanada yang ada dalam kapal yakni Gery Lino (68 tahun) dan Kaija Kristina (69 tahun) berstatus suami istri tersebut mengatakan melalui WhatsAppnya bahwa kapalnya mengalami kecelakaan terseret 100 meter oleh tongkang.

"Kami mendapat laporan dan langsung paginya ke tempat kejadian perkara (TKP)  di perairan Rupat dan berdasarkan laporan kerusakan terjadi di bagian ulir jangkar dan bodi kapal lecet dan bengkok,"kata Wilson, Rabu,26 Agustus 2020.

Saat menghubungi dikatakan Wilson, mereka minta bantuan kirimkan orang untuk menarik jangkar kapalnya.

"Polair Polres Bengkalis dan Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan kapal, dan sayas langsung berkoordinasi dengan mereka dan pukul 7:30 WIB kami merapat ke kapal terus kita bawa ke pelabuhan di Tanjung Medang tetapi tidak sandar karena layar kapal mereka beresiko  kalau bersandar," kata Wilson.

Terkait dengan informasi tersebut tim gabungan TNI AL, Polairut, dan Kapolsek serta KSOP di Tanjung Medang Rupat Utara mencoba mediasikan dari pihak perusahaan Tongkang dan Pemilik Kapal Kanada untuk mencari solusi penyelesaian kedua belah pihak.

"Ya kita mediasikan antara perusahaan pemilik kapal tongkang dengan pihak dari kapal kanada tersebut dan mereka minta ganti rugi pengganti kerusakan,"kata Wilson lagi.

Ditambahkannya dari pihak kapal awalnya minta 15.000 US Dollar  namun dengan pertimbangan akhirnya diminta 10 000 US Dollar  dan pada selasa sore belum ada titik terang.

"Hari ini rencana pihak perusahaan kapal tongkang PT.Sarindo dan pihak asuransi dari Pekanbaru akan datang ke Rupat Utara untuk melanjutkan kesepakatan,"ucapnya.

Lanjut Wilson dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, 2 WNA kondisi sehat, sedangkan kapal Yacth Kaija Song mengalami kerusakan pada lambung kiri dan mesin penarik tali jangkar, sehingga jangkar tidak dapat ditarik. 

Diutarakan Serma Wilson, Senin 24 Agustus 2020 sekitar 08.30 WIB, personel Pos AL Tanjung Medang saat itu melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal Yacth Kaija Song milik WNA Canada yang mengalami kerusakan pada mesin pompa minyak (Sil As Patah red,).

Karena cuaca extrem kapal Yacth berlindung dan lego jangkar pada posisi 2°2.746'N 101°33.272'E di sekitar perairan pulau Beruk Desa Tanjung Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Adapun perjalanan kapal Yacth tersebut dari Australia-Tanjung Balai Karimun- Rupat Utara - Sinaboi - Belawan - Tailand - Canada dalam rangka touring atau liburan.

Kemudian, Senin 24 Aguatus 2020 pukul 09.00 WIB, personel Posal Tanjung Medang bersama Polairud setempat kembali melaksanakan pengecekan terhadap kondisi kapal Yacth Kaija Song, lantaran perbaikan belum selesai dan kapal masih lego jangkar posisi 2°2.746'N 101°33.272'E tersebut.(yulistar)