Masyarakat Sei Bakau dan Raja Bejamu Siap Dukung Sudin

Masyarakat Sei Bakau dan Raja Bejamu Siap Dukung Sudin

ROKAN HILIR - Kampanye dialogis pasangan bupati Suyatno dan wakil bupati Jamiludin jargon Sudin di kediaman Ruslan RT 12/RW 05 kepenghuluan Raja Bejamu kecamatan Sinaboi, Rabu (21/10/2020).

Tokoh masyarakat Amat Anjuri yang sering disapa Anto Koang dari Sei Bakau mengatakan masyarakat kepenghuluan Sei Bakau dan Raja Bejamu siap mendukung Sudin ketimbang pasangan yang lainnya. 

"Karena Sudin  ini tinggal melanjutkan kerja yang nyata,"tuturnya.

Wajar saja didalam menjalankan program pembangunan ada ketinggalan karena kesilapan namun hal ini wajar karena sifap manusia meski ada kesilapan dan lupa. Namun lupa tersebut dapat dipenuhi dengan dua periode. 

"Oleh sebab itu mari kita lanjutkan pembangunan ini,"ujarnya.

Kemudian Anton Koang ini melanjutkannya dengan mengungkapkan pantun yang telah lama disimpannya. Pantunnya tersebut adalah Bagan tanjung daerah seberang pergi ke sinaboi dengan lancang, Sudin di goyang tidaklah tumbang Sudin jilid dua  harus menang.

Sedangkan Maston ketua DPRD Rohil yang sedang cuti mengatakan dirinya menjadi perantara apa yang disampaikan oleh masyarakat. Dikatakannya di desa Raja Bejamu Suyatno dan Jamiludin hadir merupakan tumpah keprihatinan mereka berdua untuk membangun daerah sehingga kembali bersama. 

"Mereka berdua tetap bersama walaupun terjadi pergeseran secara politik. Mereka berdua adalah pemimpin yang telah diuji sebagai pemimpin,"ujar Maston.

Karena oleh politik kebanyakan wakil hendak menjadi bupati sehingga mereka berpisah secara politik.  Namun Sudin masih tetap bersama seiring untuk membangun daerah kembali secara kompak, secara bersama sama maju bersama. Dikatakannya ada keinginan Wabup menjadi bupati dimata masyarakat namun kenyataannya Jamiludin mempunyai tanggung jawab sebagai wabup sehingga tidak ada terjadi perceraian, sehingga masyarakat harus tahu bahwa kekompakan pemimpin sebagai contoh suri tauladan bagi masyarakat saat ini.

"Mereka berdua bukan mencari kekurangan namun saling mengisi kekurangan. Inilah contoh kekompakan seorang pemimpin," kata Maston.

Dijelaskan oleh Maston pada tanggal 6 Desember 2020 mereka berdua menjadi bupati dan Wabup. Oleh sebab itu saat ini mereka sedang mencatat dan mendengarkan pandangan dan pendapat dari masyarakatnya.

"Mereka berdua adalah pelaku menjalankan APBD selanjutnya yang tentunya masyarakat adalah kekuatan mereka. Masyarakat telah mengenal Suyatno dan Jamiludin," kata Maston.

Dijelaskan Maston, Renja atau rencana kerja pemerintah daerah tetap punyanya Suyatno dan Jamiludin. 

Kata ia, Renja dibawa hingga tahun 2022 sehingga tidak bisa dikutak-katik lagi oleh siapapun karena sudah ditetapkan. 

"Hal itu adalah renja punyanya Suyatno dan Jamiludin. Ini adalah fakta meskipun Juni 2021 periode mereka berakhir,"tuturnya.

Tambahnya, Oleh sebab itu masyarakat harus tahu hal ini agar tidak salah kaprah. 

"Apakah bapak yakin diluar sana bisakah mereka menyampaikan yang tidak dimiliki oleh Suyatno dan Jamiludin. Kapan mereka dapat menyampaikan janji politiknya selama dua tahun 8 bulan. Apakah cukup apa yang disampaikannya menjadi harapan kelak. Lain halnya Suyatno dan Jamiludin tentunya bisa karena hanya melanjutkannya saja,"jelasnya.(andy)