Kapolres Rohil: Satgas Pemburu Teking Tindak Warga Degil Tidak Disiplin Protokol Kesehatan

Kapolres Rohil: Satgas Pemburu Teking Tindak Warga Degil Tidak Disiplin Protokol Kesehatan

ROKAN HILIR-Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto,SH,S.I.K sebagai Inspektur Upacara (Irup) Apel Satgas Pemburu Teking Covid-19 di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Pelaksanaan apel di halaman Kantor BPKAD Rohil,Jalan Merdeka,Bagansiapiapi, Selasa (22/09/2020). Tampak hadir Bupati Rohil di wakili Asisten 1 sekdakab Rohil H.Feri H.Pariya, Dandim 0321 Rohil Letkol Arh. Agung Rahman Wahyudi, SIP, M.Pol, Kajari Rohil Gaos Wicaksono, SH, MH, Ketua PN Rohil Andi Simbolon, SH, MH, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau Kompol Doddy Wirawijaya, SIK, Danlanal Dumai diwakili Serma Rosmana, Kadinkes, Kadishub,Ka BPBD Rohil, Kakan Satpol PP,Kabag Hukum,Kakan kemenag,Ketua LAM, ketua MUI, Ketua Karang Taruna, Ketua FKUB, Ketua Multi Marga,Tokoh agama,Tokoh masyarakat dan Tokoh pemuda. Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto,SH,S.I.K menjelaskan bahwa pemburu teking covid 19 merupakan bagian dari satgas penanganan Covid 19 yang ada di kabupaten Rokan Hilir menindak masyarakat degil tidak mentaati protokol kesehatan.

"Ini merupakan peningkatan kegiatan. Saat ini satgas bergerak mobile. Kita secara tegas akan menindak, mendisiplinkan masyarakat yang teking. Teking bahasa melayu tengil, degil, tidak disiplin atau semaunya gue,"ujarnya.

Kata Kapolres Rohil satgas ini dibentuk merupakan program Kapolda Riau yakni pemburu teking covid 19 dengan tujuan satgas lebih fokus bergerak untuk mendisiplinkan masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat mencegah atau menurunkan covid 19,"ujarnya.

Dijelaskannya, untuk kegiatan ini lebih banyak secara mobile dalam penindakan dengan dasar peraturan gubernur dan perbup nomor 52.

"Nanti juga akan ada peraturan daerahnya dengan dasar ini kita bergerak mobile jika ditemukan masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan maka kita akan tertibkan. Jika ada masa berkerumun akan kita bubarkan,"tuturnya.

Hal ini dilakukan karena penyebaran covid 19 di daerah Rohil mulai cukup tinggi. Pernah capai 14 orang sehingga hampir masuk zona sedang.

"Kemaren rendah sekarang resiko sedang makanya kita akan lebih fokus untuk kegiatan untuk menurunkan penyebaran covid 19 di kabupaten Rokan Hilir,"katanya.

Keanggotaan sekitar 100 personil terdiri dari pelbagai unsur, ada TNI Polri, Brimob, Satpol PP, Perhib, BPBD, Dinas kesehatan dan komunitas.

"Kita berharap komunitas ini sebagai tauladan membantu dalam penegakan disiplin,"ujarnya.

Semua wilayah kecamatan dilaksanakan namun lebih fokus ke daerah yang lebih banyak penyebaran covid 19.

"Kita akan fokus di tiga daerah utama yakni di Bagansiapiapi, Tanah Putih dan Bagan Batu. Karena tiga daerah ini banyak kluster-kluster penyebaran covid 19. Penindakan saat ini berdasarkan perbup dengan sangsi sosial dan sangsi teguran,"pungkasnya. (andy)