Dampak Belajar Dari Rumah, Les Privat Menjadi Salah Satu Pilihan Orang Tua Siswa di Bengkalis

Dampak Belajar Dari Rumah, Les Privat Menjadi Salah Satu Pilihan Orang Tua Siswa di Bengkalis

BENGKALIS - Dampak pandemi covid- 19, membuat proses belajar mengajar di Kabupaten Bengkalis dilakukan dengan pola jarak jauh (PJJ) mengandalkan teknologi serta jaringan internet. Mengakibatkan para orang tua siswa kerepotan (terutama ibu rumah tangga)  ikut membantu atau berupa profesi menjadi guru dadakan disebabkan pola belajar dari rumah (BDR).

Hal itu mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tetap menggunakan pola Belajar Dari Rumah (BDR) terang Kepala Bidang pembinaan Sekolah Dasar, Randy Verdanta Dinas Pendidikan kabupaten Bengkalis belum lama ini.

BDR itu sendiri, pola pendidikan jarak jauh (PJJ) dengan tiga metode yang dilakukan dengan cara daring serta melalui luring tanpa melalui intraksi langsung atau melalui media elektronik serta ada gabungan blendit.

Para guru terlebih dahulu menyampaikan melalui WA grup dengan materi melalui satu arah.

"Daring itu walaupun menggunakan teknologi agar tidak terjadi interaksi dua arah dinamakan luring, karena antara guru dan anak tidak berinteraksi langsung," ujar Randy.

Menurut Kabid Pembinaan SD, untuk di Kabupaten Bengkalis, di pulau maupun di daratan memang masih kecil yang melakukan secara daring dikarena banyak kendala yang dihadapi masalah daring oleh masyarakat.

"Dan hampir seluruh sekolah kita siap untuk melakukan daring. Kalaupun ada yang tidak siap itu adalah peserta didiknya. Mungkin, kendalanya seperti perangkat tidak ada, apakah itu laptop, handphone android atau media elektronik lainnya,"ujarnya.

Salah satu orang tua murid Ibu Siska S, tinggal di desa Wonosari Bengkalis yang mempunyai 2 anak usia sekolah," selama proses pembelajaran secara BDR saya mendapat tambahan tugas memeriksa pesan WA dari guru berupa modul kegiatan mata pelajaran apa yang harus dikerjakan juga mengawasi anak belajar atau mengerjakan tugas dan yang stres saya karena beban di rumah juga jadi guru dadakan," terang orang tua yang anaknya ikut les privat atau bimbingan belajar.

Tenaga pengajar khusus atau les privat menjadi solusi disebut laku selama masa pandemi. Pemerintah yang menerapkan pembelajaran via daring, membuat sebagian orang tua ikut tertekan karena harus menjadi guru akademik bagi anak-anak mereka selama di rumah.

Yasmin guru privat yang telah membuka bimbingan belajar dengan membuka kelas dari Play Grup/TK sampai bimbingan mata pelajaran tingkat SMP," Kami membuka les privat InCer (inspirasi cerdas) disaat pendemi Covid-19 untuk membantu siswa mengerjakan tugas tugas dari sekolah dan membahas mata pelajaran lainnya," terang Yasmin ditemui Indonesiasatu.id. Jumat (14/08) jalan antara (kedai kopi cangkir mas) Bengkalis.

Selanjutnya yasmin mengatakan pada saat akan dibuka InCer ini di promosikan hanya dari mulut ke mulut dan orang tua banyak anaknya yang ingin menitipkan ke InCer," saya membatasi jumlah siswa disaat pendemi Covid-19 ini banyak orang tua anaknya ingin belajar, kita batasi tiap sesi hanya dua orang saja dan sesi per hari jadwalnya sampai malam," kata Yasmin yang berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris.

Bagi para siswa, keberadaan bimbingan belajar (bimbel) sekarang ini sudah menjadi sekolah kedua.

Oleh karena itu, dengan hadirnya guru privat setidaknya dapat membantu meringankan sedikit beban orang tua. Tentunya seorang guru privat tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.(yulistar)