Berkedok Jual Sembako Murah, Minah Ibu Rumah Tangga Tipu Warga Raub Ratusan Juta

Berkedok Jual Sembako Murah, Minah  Ibu Rumah Tangga Tipu Warga Raub Ratusan Juta

BENGKALIS - Seorang ibu rumah tangga otak jaringan sembako murah warga kota Bengkalis ditangkap polisi Bengkalis, lantaran menipu sejumlah korban hingga ratusan juta. Tersangka melakuan penipuan dengan menerima pemesanan sembako promo di bawah harga pasar.

Tersangka adalah S alias Minah Binti H.Sadimin (SM) 49 tahun. Alamat Jl.A.Yani Gg.Melur Kel.Bengkalis Kota Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Modus dengan memberikan sembako murah ke jaringan pertama, namun dia mampu mengelabuhi para korbannya hingga ratusan juta.

"Totalnya bisa sampai ratusan juta rupiah karena korbannya banyak capai 2000 orang. Ada yang tertipu Rp 18 juta bahkan ada yang sampai Rp 50 juta, pokoknya beragam," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan pada saat kompres di halaman depan Mapolres Bengkalis. Senin. (31/08).

Dalam aksinya, tersangka mengaku bisa menawarkan sembako dengan harga promo alias murah. Awal transaksi, tersangka sengaja memberikan sembako murah tepat waktu untuk menarik korban lain agar ikut bergabung sebagai konsumen. Setelah korban semakin banyak dan percaya dengan modus promo tersebut, akhirnya tersangka yang merasa mengeruk keuntungan ratusan juta tak lagi melayani para konsumen.

"Tersangka mengaku memberikan sembako yang bisa menjual barang di bawah harga pasaran dengan alasan kondisi pendemi Covid-19 namun barang tersebut tidak langsung datang dan ada jeda waktu yang harus ditunggu oleh pemesan. Tersangka menawarkan sembako murah tersebut melalui kelompok atau jaringan Sampai ke desa desa hanya memberikan foto copy KK dan uang Rp 50.000 maka mendapakan sembako murah (Beras 5 kg, Gula 2.5 kg,Minyak Goreng 2 liter, mie hun 0.5 kg, teh perenjak 1 kotak dengan nilai harga Rp.122.000. Setelah korban memberikan dana barang kemudian dikirim, namun pemesanan berikutnya sampai sekarang tidak pernah dikirim," paparnya.

Merasa ditipu oleh tersangka, para korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib hingga akhirnya tersangka dibekuk beberapa waktu lalu oleh petugas di rumahnya. Modus penjualan sembako murah itu sendiri sudah berlangsung sejak bulan  Juli tahun ini. Korbannya pun beragam .

Sementara itu, tersangka yang suaminya hanya penarik becak mengaku nekat melakukan tindak penipuan lantaran merasa kerepotan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

"Tersangka S alias Minah mendapakan keuntungan pembelian sembako untuk kebutuhan jaringan/kelompok ke 2 maka disanalah pelaku mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri, dan begitu seterusnya hingga mencapai 9 jaringan/kelompok.
Didalam perkara tersebut korbanya lebih kurang 2.000 (dua ribu) orang, dan terhadap korban akan dilakukan penelusuran lebih lanjut," kata Kapolres Bengkalis.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa Foto copy Kartu Keluarga masyarakat yang membeli sembako murah sebagai syarat pembelian sembako murah. 2 buku tulis catatan nama-nama masyarakat yang mengukuti sembako murah. 4 buku catatan kecil, untuk catatan keuangan dan jumlah paket sembako dan HP.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Bengkalis dan dijerat pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(yulistar)