Bawaslu Rohil Laksanakan Forum Diskusi, Fakhrul Rozi: Insan Pers Sebagai Agen Kontrol Ditengah Masyarakat

Bawaslu Rohil Laksanakan Forum Diskusi, Fakhrul Rozi:  Insan Pers Sebagai Agen Kontrol Ditengah Masyarakat

ROKAN HILIR - Forum Groub Discussion (FGD) pengawasan pemilu partisipasi peran media terhadap pengawasan pilkada bupati dan wakil bupati Rokan Hilir (Rohil) tahun 2020 digelar oleh Bawaslu Rohil di lantai V Hotel Mulia Jalan Perniagaan Bagansiapiapi, Senin (07/09/2020). Tampak hadir sekaligus Nara sumber Syahyuri ketua Bawaslu Rohil devisi bidang pencegahan dan hubungan antar lembaga, Bimantara pimpinan Bawaslu Rohil devisi  penindakan dan pelanggaran, Fakhrol Rozi SHi pimpinan Bawaslu Rohil devisi bidang hukum, humas dan data informasi , Zubaidah pimpinan Bawaslu Rohil devisi organisasi dan Jaka Abdillah pimpinan Bawaslu Rohil.

Fakhrul Rozi mengatakan mahasiswa dan pers pilar keempat dan kelima dimana insan pers sebagai agen kontrol ditengah tengah masyarakat.

"Kami sangat berharap untuk membuat nuansa demokrasi kita semakin baik,"katanya.

Dijelaskan menjalankan fungsi sebagai pers harus dijalankan disaat menjalankan tugas terlepas dari sebagai warga negara yang juga ikut mendukung salah satu kandidat.

"Kami butuh peran pengawasan masyarakat yang sudah cerdas yakni insan pers jadi peran aktif pers sangat kami butuhkan,"ujarnya.

Kemudian itu proses sosial demokrasi itu ada hal-hal yang diatur oleh aturan perundang-undangan yang tentunya mengikat kita semua. Dalam hal inilah sebagai fungsi insan pers sangat diperlukan.

Sedangkan komisioner Bawaslu Rohil Jaka Abdillah dalam kesempatan ini menjelaskan jika ada rilis berita dari bawaslu jangan dirubah substansinya namun boleh dengan angle yang lain. Kemudian jika ada ditemukan pelanggaran agar segera memberitahukan kepada Bawaslu.

"Jika ada pelanggaran ditemukan oleh rekan pers maka diharapkan konfirmasi ke bawaslu,"katanya.

Dia juga mengatakan dengan diselenggarakannya forum groub discussion ini maka nanti jika ada rilis ataupun berita Bawaslu hanya dari satu orang komisioner Bawaslu.

"Dengan adanya FGD ini kawan dapat berita Bawaslu dari satu pintu,"katanya.

Kemudian jikalau ada ditemukan pelanggaran pelanggaran Pilkada di media sosial bisa konsultasikan ke Bawaslu terlebih dahulu.

"Mari kita ciptakan pilkada yang damai dan kondusif,"pungkasnya. (andy)